Curhat 'Cuci Piring', SBY Dinilai Terlalu Sensi

Curhat 'Cuci Piring', SBY Dinilai Terlalu Sensi

- detikNews
Selasa, 27 Nov 2007 15:47 WIB
Jakarta - Seorang pemimpin sepatutnya menjadi teladan bagi masyarakatnya. Curhat Presiden SBY mengenai 'cuci piring' dinilai terlalu sensitif. Seorang pemimpin mestinya tidak terlalu reaktif.

"Itu patut disayangkan. Mestinya SBY itu tidak reaktif seperti ini. Kalau bahasa ABG-nya itu terlalu sensi," kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris kepada detikcom, Selasa (27/11/2007).

Menurut Syamsuddin, gaya berpolitik seperti ini tidak lazim. Bagaimana pun, meski ada perbedaan pandangan politik, pemimpin tidak harus saling menjatuhkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini memprihatinkan pemimpin politik saling menjatuhkan secara tidak etis," ujarnya.

Syamsuddin menjelaskan, jika ada perbedaan pandangan mestinya tidak bersifat personal. "Di satu sisi mungkin Pak SBY terpancing, dan di sisi lainnya bisa karena personal. Kalau makin lama, makin personal. Penguasa mestinya nggak reaktif," pungkasnya. (mly/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads