Mendagri Heran Masih Ada Bupati Terjerat Korupsi Padahal Sudah Retret

Mendagri Heran Masih Ada Bupati Terjerat Korupsi Padahal Sudah Retret

Eva Safitri - detikNews
Senin, 20 Jul 2026 21:30 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Foto Mendagri Tito Karnavian : (dok. Kemendagri)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian heran masih ada kepala daerah terjerat kasus korupsi padahal sudah diberikan retret langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Tito sekaligus merespons kasus terbaru Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini yang baru saja kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

"Ya saya prihatin karena kepala daerah sudah kita berikan retret, kemudian pembekalan awal, kemudian juga sudah dibuatkan sistem keuangan lebih transparan, kemudian juga pembinaan-pembinaan telah dilakukan, pernah dikumpulkan juga oleh Bapak Presiden di Sentul, masih terjadi juga, kita kan nggak bisa, pertama mereka memang dipilih rakyat ya rekrutmennya," kata Tito kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Tito mengembalikan integritas ke masing-masing kepala daerah. Ia meminta temuan KPK itu jadi instropeksi semua kepala daerah.

"Kedua, kembali ke integritas masing-masing orang. Jadi saya berharap dengan adanya OTT-OTT kepala daerah seperti termasuk Lombok ini," katanya.

"Kepala daerah lainnya agar semua mawas diri melakukan introspeksi, jangan sampai melakukan pelanggaran apalagi tindak pidana korupsi," lanjutnya.

Sebanyak 15 kepala daerah telah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun 2025. Dari jumlah tersebut, setidaknya 6 di antaranya (terdiri dari 4 bupati dan 2 wali kota) telah ditangkap sepanjang awal tahun 2026.

Terbaru Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang kini tengah diterbangkan ke Jakarta. Selain LAZ, ada orang lainnya juga turut diterbangkan dari Lombok Barat menuju Jakarta.

Simak juga Video 'Bupati Lombok Barat Nobar Final Piala Dunia, Paginya Kena OTT KPK':

(eva/zap)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini