Jelang Climate Change, Wisatawan Bebas Keluar Masuk Nusa Dua

Jelang Climate Change, Wisatawan Bebas Keluar Masuk Nusa Dua

- detikNews
Selasa, 27 Nov 2007 15:19 WIB
Denpasar - Konferensi tentang Climate Change (Perubahan Iklim) di Nusa Dua, Badung, Bali bakal dijaga ketat. Namun, wisatawan yang menginap di kawasan ini masih bisa bebas keluar masuk hotel tempat menginap.

Demikian disampaikan Ketua Panitia pelaksana harian Nasional Pertemuan PBB tentang Perubahan Iklim Agus Purnomo di Nusa Dua, Selasa (27/11/2007).

Konferensi ini dijamin tidak akan mempengaruhi aktivitas dan kenyamanan wisatawan untuk berlibur di Bali, terutama di kawasan Wisata Nusa Dua Bali. Wisatawan yang menginap di kawasan Nusa Dua akan mendapatkan akses keluar masuk kawasan secara bebas. Wisatawan hanya tidak bisa masuk ke ruang pertemuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akses terbuka. Wisatawan bisa masuk ke hotel-hotel. Hotel-hotel masih terima tamu lain di luar peserta. Dia hanya tidak bisa masuk ruang sidang karena ditutup dan dijaga," katanya.

Namun Sekretaris Pemerintah Daerah Bali Nyoman Yasa mengakui, aktivitas wisatawan bakal sedikit terganggu dengan ketatnya pengamanan ketika memasuki Nusa Dua.

"Saya kira mereka mengerti dengan keadaan itu. Kita ingin bagaimana Bali seaman-amannya karena ini kan menyangkut citra Bali. Jika kepala negara, perdana menteri, dan kepala pemerintahan tidak aman, ini semua menyangkut citra Bali," kata Yasa di kantor Gubernur Bali, Jl Basuki Rahmat, Denpasar.

Selama berlangsungnya konferensi, hotel-hotel di Nusa Dua tidak akan memindahkan para wisatawan ke hotel lain. Mereka tetap bisa menginap di Nusa Dua.

"Hanya saja, kalau merasa terganggu wisatawan bisa pindah sendiri ke daerah lain seperti Sanur, Kuta," kata Ketua Badan Pariwisata Bali BTB Ngurah Wijaya.

Beberapa hotel di kawasan Nusa Dua memberlakukan kenaikan harga akhir tahun ini. Jumlah wisatawan yang berkunjung selama periode Januari hingga Oktober mencapai 1.375.000 orang. (gds/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads