Β
Anehnya, kesurupan ini terjadi di sejumlah kelas. Pertama terjadi sekitar pukul 09.30 wita, di kelas 3 IPA. Tiba-tiba saja seorang siswa perempuan meronta dan menjerit-jerit. Jeritan si siswa, lalu diikuti oleh siswi yang lain. Bahkan ada yang terjatuh hingga ke lantai. Suasana kelas pun menjadi gaduh.
Kesurupan lalu menjalar ke kelas lain. Di kelas 2 IPA, jumlah siswi yang kesurupan jauh lebih banyak. Siswa laki-laki lalu membantu gurunya untuk mengangkut siswi yang kesurupan ke Perpustakaan sekolah yang lapang.
Kesurupan massal ini sempat reda ketika para siswa serentak melantunkan Alquran. Namun, tak lama seorang siswa kembali meronta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali kelas yang jatuh itu bernama Muhrim, seorang guru olahraga. "Siswa banyak yang menyukainya. Makanya saat ia jatuh, banyak siswa yang pingsan dan masih trauma sampai sekarang," terang Zainuddin. Sampai sekarang, Muhrim masih dirawat di rumah sakit.
Agar jumlah siswa yang kesurupan tak bertambah, sekolah kemudian diliburkan. Sebagian siswa memilih pulang, namun ada juga yang memilih nongkrong di depan sekolahnya.
Menurut Zainuddin, kesurupan ini bukan untuk pertamakalinya terjadi. "Ini yang kedua. Hari kamis lalu, beberapa siswa juga ada yang kesurupan," ucapnya. (gun/djo)











































