Dua Arca Bersejarah Terlantar di Kebun Binatang Bandung

Dua Arca Bersejarah Terlantar di Kebun Binatang Bandung

- detikNews
Selasa, 27 Nov 2007 13:23 WIB
Bandung - Satu arca perempuan bertangan enam dan satu arca laki-laki tua dengan bagian kaki yang sudah tidak ada terlantar di Kebun Binatang Bandung. Tidak ada yang mengetahui jelas sejak kapan kedua arca tersebut berada disana. Yang jelas sejak tahun 1990-an, kedua arca itu berada taman dekat kawasan kandang burung.

"Sejak saya usia 12 tahun, tahun 1960 arca itu sudah ada disini. Bahkan kalau kata bapak saya, sejak jaman penjajahan Belanda dulu sudah ada," ujar Yayat Ruhiyat, petugas kebun binatang saat ditemui wartawan di Kebun Binatang Bandung, Jl Tamansari, Jawa Barat, Selasa Pagi (27/11/2007).

Menurutnya kedua arca itu sebelumnya berada di kawasan kandang harimau, sekitar 200 meter dari posisinya sekarang ini. "Dulu itu tergeletak begitu saja di atas tanah," kata Yayat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu menurut Eyo Suteja, perawat kiper unggas, dua arca tersebut dipindahkan sekitar tahun 1990-an ke kawasan komplek burung. "Kita buat dudukan arca itu menjadi seperti sekarang ini," tuturnya yang mengaku tidak tahu nama nama kedua arca itu.

Baik Eyo maupun Yayat mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah kedua arca itu merupakan benda purbakala atau tidak. Yang jelas, ujar keduanya, sudah beberapa kali arkeolog datang ke kebun binatang untuk memeriksa kedua arca itu.  

"Saya denger-denger sih usianya 500 tahun. Tapi engga tahu ya pastinya berapa tahun," ujar Eyo.

Kedua arca itu berada di sebuah taman yang dikelilingi kandang burung dengan jarak sekitar 3 meter satu sama lain.Dari kejauhan tidak ada yang spesial pada kedua arca ini. Sebab, bentuknya tidak terlihat jelas. Namun jika didekati, wujud keduanya cukup jelas meski beberapa bagian tubuh sudah ada yang hilang.
Satu arca merupakan arca perempuan bertangan enam. Dengan tinggi sekitar 75 cm.

Arca ini tampak berdiri di atas binatang sambil tangan kirinya memegang buntutnya. Kemudian ada dua tangan terangkat ke atas, di mana masing-masing memegang sebuah benda. T

angan kanan memegang sebuah benda seperti cakra dan tangan kiri seperti memegang obor. Posisi tiga tangan lainnya ke bawah tanpa memegang sebuah benda. Pada bagian hidung arca ini, terlihat ditambal oleh semen. Beberapa bagian di leher pun sama.

Sementara satu arca lainnya, tergambar laki-laki paruh baya dengan janggut yang panjang dan berperut puncit. Tinggi arca ini berukuran 57 cm. Di kedua arca ini terdapat lumut menempel.

"Kita kan tidak tahu kalau arca ini purbakala atau tidak. Jadi pas ada beberapa bagian seperti hidung yang hilang, ya kami tambal dengan semen," ujar Eyo yang mengaku jarang membersihkan kedua arca itu. (ern/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads