Tak Terganggu Ulah Malaysia, Visit Indonesia Year 2008 Digelar

Tak Terganggu Ulah Malaysia, Visit Indonesia Year 2008 Digelar

- detikNews
Selasa, 27 Nov 2007 13:09 WIB
Jakarta - Visit Indonesia Year 2008 akan digelar. Program itu tidak akan terganggu dengan ulah Malaysia yang mencontek beberapa seni budaya Indonesia.

"Itu tidak akan terlalu mengganggu. Wisatawan nantinya akan membeli barang yang mereka anggap bagus," kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indo (Asita) Ben Sukma Harahap di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (27/11/2007).

Ben menilai Malaysia berhak mengklaim kebudayaan orang Asia, karena di Malaysia terdapat beragam jenis kebudayaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka mengambil semua kebudayaan, karena di sana kan berkumpul semua budaya. Ada orang Jawa, India, Bangladesh," kata Ben.

Meski Malaysia berhak mengklaim berbagai kebudayaan Asia, namun menurut Ben, Malaysia tetaplah dinilai sebagi pencontek sejati.

"Orang kan pasti tahu reog itu asalnya dari Ponorogo, tidak ada yang berasal dari Malaysia. Jadi mana ada reog itu dari Malaysia," cetusnya.

Menurut Ben, berkembangnya sejumlah kebudayaan di Malaysia itu dikarenakan pemerintah Malaysia mengambil langsung tenaga-tenaga kerajinan dari negeri asal tenaga tersebut.

"Orang kita di bawa ke sana, digaji lebih mahal. Mereka di sana dikasih kayu untuk membuat pahatan," jelasnya. (ziz/sss)


Berita Terkait