Korban sempat mendapat pertolongan dari warga dan para penambang pasir lainnya. Namun karena luka yang dialaminya cukup parah, Sayidi akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Panti Nugroho, Pakem, Sleman.
Triyono (40), teman korban mengatakan, Sayidi bersama 2 temannya menambang pasir di tengah Kali Gendol yang ada di Dusun Kopeng Desa Kepuharjo Cangkringan sejak pukul 09.00 WIB. Lubang galian yang ditambang korban bersama rekan-rekannya adalah lubang yang dibuat sejak hari Senin 26 November.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tri, lubang galian mencapai kedalaman 4 meteran, Sayidi sudah diingatkan teman-temannya agar berhati-hati karena pasir di sungai mudah longsor dan ambrol. Dan benar saja, tanpa diduga lubang tempat Sayidi menggali pasir longsor. Tubuh pria tua itu pun langsung tertimbun.
"Kejadiannya sekitar pukul 10.15 WIB. Saat itu posisi korban sedang jongkok sehingga tidak bisa menghindar ketika lubang ambrol," katanya. (bgs/djo)











































