Hal ini disampaikan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto usai membuka rapat TNI Manunggal Membangun Desa ke-28 di Mabes AD, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2007).
Djoko mengatakan, surat kepada Presiden SBY dikirim pada awal November 2007.
"Oleh karena itu Bapak Presiden harus memikirkan untuk mencari pengganti saya. Jadi saya tidak berhak mendikte (menentukan) siapa yang menjadi karena itu hak prerogatif Presiden," kata Djoko yang akan pensiun pada Januari 2008 ini.
Ketika ditanya nama KSAD Jenderal Djoko Santoso masuk ke DPR, Djoko Suyanto mengaku telah mengajukan 3 calon kuat. Dia membantah hanya mengajukan nama KSAD.
"Itu kan mengalir dari surat saya. Proses itu ada di Setneg dan Presiden, bukan di saya. Saya hanya mengajukan 3 calon kuat yaitu KSAD, KSAL, dan KSAU," ujarnya.
Apakah KSAD cocok jadi Panglima TNI? "Menurut kamu gimana," sahut Djoko seraya balik bertanya.
Menurut dia, pergantian panglima dan Pangdam, dan seterusnya harus dilihat sebagai proses dari suatu pembinaan organisasi yang biasa, tidak usah melihat terlalu jauh. "Calonnya kan banyak dari bintang 3," kata Djoko. (aan/nrl)











































