Deburan ombak malam di pantai Senggigi menambah romantis suasana. Cafe-cafe mulai menggeliat. Pengunjung pun mulai berdatangan. Irama musik jedag.. jedug.. menguasai ruangan. Tak terasa badan ikut bergoyang.
Untuk memasuki salah satu cafe atau pub, cukuplah merogoh kocek Rp 25-50 ribu. Di jam-jam tertentu, membeli 1 minuman dapat gratis 1 lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bule-bule, cafe-cafe juga banyak didatangi wisatawan domestik. Tanpa mengenal warna kulit, semuanya melantai bersama. Paling menyenangkan pastinya jika bersama teman kencan.
Pukul 00.00 Wita, suasana di luar cafe terasanya senyap. Kebanyakan orang lebih senang berada di dalam cafe ketimbang di luar merasakan dinginnya hembusan angin malam.
"Kalau mau ramai besok Mas. Malam Sabtu atau malam Minggu," kata seorang keamanan cafe.
Oh ya, sekedar saran, jika Anda suka berdugem sebaiknya memilih penginapan di sekitar Senggigi. Sebab, meski ada taksi di Lombok, tapi jumlahnya hanya sedikit dan terbatas. Jadi, jangan sampai dugem sampai pagi hanya karena kesulitan mendapatkan taksi.
(gah/ana)











































