Tambal Tanggul Sampai Pagi, Lurah Pluit Kelelahan

Tambal Tanggul Sampai Pagi, Lurah Pluit Kelelahan

- detikNews
Selasa, 27 Nov 2007 09:33 WIB
Jakarta - Ratusan warga gotong royong menambal tanggul jebol di Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara. Sang Lurah Pluit, Sugianto Timbo, ikutan begadang semalam suntuk hingga Selasa (27/11/2007).

"Warga swadaya memperbaiki tanggul jebol dari Senin 26 November pukul 16.00 WIB hingga Selasa pukul 06.00 WIB pagi. Saya capek sekali," kata Sugianto kepada detikcom.

Menurut dia, sekitar 298 warga, petugas kelurahan, petugas Dinas Pekerjaan Umum (PU), Satpol PP, Limnas, turut memperbaiki tanggul yang jebol sepanjang 40 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tanggul pakai bambu, triplek dan karung pasir. Masyarakat antusias bekerja karena terkena dampaknya dari laut ke pemukiman. Tetapi sangat disayangkan PLTU Muara Karang belum ada dukungan," keluh dia.

Sugianto menceritakan, 104 pompa air dikerahkan untuk menyedot air pasang sejak kemarin pukul 21.00 WIB. 64 Pompa air milik Kelurahan Pluit dan 40 pompa milik Muara Karang.

"Genangan air kini masih terjadi di sekitar tanggul setinggi 80 centimeter dan 60 centimeter di kawasan Pluit Utara," ujarnya.

Dikatakan dia, puluhan warga masih mengungsi. "Mereka menderita penyakit gatal-gatal," kata Sugianto.

Air pasang setinggi 1,3 meter juga terjadi di kawasan Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara. Air menggenangi 9 RW dan yang terparah terjadi di RW 2, RW 3, RW 17 dan RW 18. Air semakin tinggi dengan jebolnya tanggul di wilayah itu. (aan/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait