Kawal Aksi Massa di Monas, Polda Metro Tekankan Pelayanan Humanis

Kawal Aksi Massa di Monas, Polda Metro Tekankan Pelayanan Humanis

Taufiq Syarifudin - detikNews
Jumat, 17 Jul 2026 12:43 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Heranto di Monas
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Monas. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Sejumlah elemen massa turun menggelar unjuk rasa di Jakarta siang ini. Polda Metro Jaya mengawal aksi tersebut dengan menekankan pelayanan humanis.

Hal itu disampaikan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono dalam apel pasukan di Monas. Dalam pengamanan unjuk rasa ini, Polda Metro Jaya mengerahkan 4.839 personel gabungan untuk memastikan peserta dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

"Bapak Wakapolda menekankan agar seluruh anggota menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tidak mudah terpancing emosi, mampu mengendalikan diri, serta bertindak sesuai prosedur," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, di Monas, Jumat (17/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kehadiran personel bukan hanya untuk melayani peserta aksi, tetapi juga membantu masyarakat yang melintas dan beraktivitas di sekitar titik kegiatan.

"Personel hadir untuk memberikan rasa aman kepada peserta yang menyampaikan aspirasi serta menjaga kelancaran kegiatan masyarakat lainnya," jelasnya.

Sebanyak 4.839 personel gabungan tersebut terdiri atas 3.728 personel Polda Metro Jaya, 340 personel Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Timur, 642 personel TNI, serta 129 personel Pemprov DKI Jakarta. Unsur Pemprov DKI Jakarta yang dilibatkan meliputi Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Personel ditempatkan di sejumlah titik, antara lain Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, Patung Kuda, Harmoni, Tugu Tani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Semanggi, hingga Bundaran Senayan.

Kombes Budi menambahkan, seluruh tindakan personel di lapangan harus berada dalam satu komando. Pemeriksaan perlengkapan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada anggota yang membawa senjata api.

"Keselamatan peserta, masyarakat sekitar, dan petugas menjadi prioritas. Tidak ada personel yang membawa maupun menggunakan senjata api," imbuhnya.

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus.

Polda Metro Jaya juga mengajak peserta menyampaikan aspirasi secara damai, menaati ketentuan, dan tidak mudah terprovokasi. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi petugas terdekat atau layanan Polri 110.

Tonton juga video "Polda Metro Jaya Perketat Keamanan Jelang Konferensi Pers Kasus Korupsi"

(mea/dhn)


Berita Terkait