Sekelompok anak-anak menghadang pengendara sepeda motor yang melintas di trotoar Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar). Aksi bocah kecil (bocil) menghadang pemotor di Jalan Daan Mogot itu kembali viral di media sosial (medsos).
Dalam video yang beredar di medsos, terlihat anak-anak beramai-ramai menghadang sejumlah pemotor untuk tidak melintas trotoar dengan menghalau menggunakan ranting kayu. Anak-anak itu menyuruh para pemotor untuk putar balik dan keluar ke jalan arteri.
Beberapa pemotor akhirnya berputar balik, sementara beberapa yang lain nekat menerobos anak-anak yang menghadang itu. Aksi anak-anak dekat lampu merah Cengkareng itu mengundang perhatian warganet.
Trotoar tersebut kerap dijadikan 'jalan pintas' oleh para pengendara untuk menghindari kemacetan lalu lintas (lalin). Padahal trotoar merupakan hak bagi pejalan kaki.
Merespons hal itu, Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Cengkareng, AKP Yeni, mengatakan petugas kerap mengawasi lokasi tersebut agar tak ada pemotor yang menerobos trotoar. Namun, ketika petugas berada di lokasi, para pemotor tiba-tiba disiplin dengan menggunakan jalur arteri.
"Kita memang sering pengawasan di situ. Tapi kalau kita di sana, mereka (pemotor nakal) tiba-tiba enggak lewat di situ (trotoar). Jadi seperti kucing-kucingan gitu," kata Yeni.
Dia mengatakan pihaknya akan membuat pengajuan kepada Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memasang besi pembatas guna mencegah pemotor melintasi trotoar. Ia menegaskan bahwa trotoar merupakan hak pejalan kaki.
"Pengendara sepeda motor yang melintas di atas trotoar tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat," tutur Yeni.
(jbr/mei)