"Kalau hasil surveinya jeblok, tahu dirilah jangan memaksakan diri," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2007).
Apakah terkait dengan JK? "Saya tidak menyebut orang per orang. Tetapi ada kesepakatan setiap penentuan calon harus melalui survei baru dibahas dalam rapat, rapimda, dan rapimnas atau rapimnasus," sahut Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebenaran survei, lanjut Agung, tidak 100 persen. "Itu 90 persenlah. Memang ada yang salah dalam survei seperti di Aceh, Kalbar, tetapi mayoritas mendekati kebenaran," kata Agung.
Hasil Rapimnas III, Partai Golkar meninggalkan metode konvensi dan beralih ke survei untuk menjaring capres 2009.
(aan/nrl)











































