Kapolda Jateng: Sertifikat Arca Solo Diindikasikan Palsu

Kapolda Jateng: Sertifikat Arca Solo Diindikasikan Palsu

- detikNews
Senin, 26 Nov 2007 16:23 WIB
Solo - Sertifikat lima arca bersejarah koleksi Museum Radya Pustaka Solo yang menurut Hashim Djojohadikusumo diperolehnya secara legal diindikasikan palsu. Sertifikat itu akan diteliti di Puslabfor Mabes Polri

Demikian disampaikan Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Dody Sumantyawan HS kepada wartawan di Mapoltabes Solo, Jl. Adisucipto Solo, Senin (26/11/2007).

Dody yang dicegat wartawan usai melakukan rapat koordinasi perkembangan penyidikan kasus arca dan persiapan pengamanan Natal/Tahun Baru menyatakan, dari hasil penyidikan dan keterangan saksi-saksi, sertifikat tersebut diindikasikan palsu.

"Sejauh ini surat tersebut indikasinya palsu. Tapi kan tidak cukup kalau hanya dari pengakuan saksi. Harus ada bukti-bukti lain maupun pengujian secara ilmiah. Oleh karena itu surat tersebut akan diuji keasliannya di Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk memastikan palsu atau tidak," ungkapnya.

Fokuskan Pada 5 Arca

Penyelidikan terhadap pencurian benda-benda koleksi Museum Radya Pustaka Solo menurut Dody sementara ini difokuskan terhadap 5 arca batu dahulu. Meski Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng juga melaporkan hilangnya koleksi 3 arca perunggu dan beberapa koleksi lain, namun polisi belum menindaklanjutinya secara khusus.

"Kita fokus ke 5 arca batu ini dulu. Soalnya ini kan berkaitan dengan terbatasnya masa penahanan tersangka juga. Sambil kita selesaikan secepatnya, kita juga akan mengembangkan kemungkinan adanya keterkaitan dengan hilangnya koleksi-koleksi yang lain," tutur Dody.

Sebelumnya, BP3 Jawa Tengah telah melaporkan kepada polisi bahwa koleksi Museum Radya Pustaka Solo yang hilang berjumlah 11 buah. Koleksi tersebut yakni 5 arca batu masing-masing arca Agastya, Siwa Mahadewa, Mahakala, Durga Mahesa Sura Mandini I, Durga Mahesa Sura Madini II, 3 arca perunggu yakni arca Dewi Sarsawati, Avalokiteswara, dan Bodhisttva, satu piring porselin Cina, satu tempat buah kristal hadiah Napoleon Bonaparte kepada Paku Buwono VI dan lampu gantung dari perunggu. (djo/djo)


Berita Terkait