27 Pemerkosa Gadis di Sampang Komunikasi Via Grup WA

27 Pemerkosa Gadis di Sampang Komunikasi Via Grup WA

Hilda Rinanda - detikNews
Kamis, 16 Jul 2026 11:06 WIB
Pelaku pemerkosaan gadis 15 tahun di Sampang saat dilimpahkan ke Kejaksaan
Pelaku pemerkosaan gadis 15 tahun di Sampang (Kamaluddin/detikJatim)
Jakarta -

Kasus kekerasan seksual massal yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun oleh 27 pria di Kabupaten Sampang, Madura, kini memasuki babak baru. Polisi mengungkap bahwa para pelaku sempat membuat grup WhatsApp untuk berkomunikasi.

Dilansir detikJatim, para tersangka dan barang bukti mulai dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sampang setelah berkas perkara mereka dinyatakan lengkap atau P21 pada Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian, total pelaku dalam kasus dugaan pemerkosaan ini mencapai 27 orang. Kapolres Sampang AKBP Hartono menyebutkan bahwa seluruh pelaku diduga terhubung melalui pelaku utama berinisial AP. Pelaku utama ini mengajak teman-temannya secara berantai setelah pertama kali memerkosa korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"AP ini ngajak temen, temennya itu ngajak temen lagi. Bisa temennya ngajak temen, temennya ngajak temen termasuk mungkin arahnya sampai ke yang usia 42 tahun. Jadi rantai seperti itu," ungkap Hartono.

ADVERTISEMENT

Guna mempermudah komunikasi, AP diketahui berinisiatif membentuk grup WhatsApp. Keberadaan grup ini terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka yang telah ditangkap. "Di situlah sempat terjadi membuat grup si AP ini. Ada grupnya," jelas Hartono.

Namun ruang komunikasi digital tersebut langsung bubar sesaat setelah polisi mengendus aksi mereka dan mulai melakukan penangkapan. Sebagian besar anggota grup langsung keluar demi menghilangkan jejak.

"Jadi ada grupnya, setelah salah satu pelaku ini ditangkap, mereka keluar dari grup. Ceritanya seperti itu," ungkap Hartono.

Baca berita selengkapnya di sini.

Lihat juga Video: Terungkap Peran Pelaku Pertama Kasus Gadis Sampang Diperkosa 27 Orang

(rdp/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini