Tuntutan tersebut disampaikan oleh 50-an mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Aksi Mahasiswa untuk Pemberantasan Korupsi (JAM-Aksi).
Mereka menggelar aksi di depan pintu gerbang bagian depan Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skema BLBI, menurut mereka, pada awalnya bertujuan untuk memulihkan perekonomian nasional, khususnya bagi dunia perbankan. Namun oleh para obligor dan konglomerat hitam, uang bantuan rakyat tersebut dinikmati sendiri oleh mereka.
"Sampai saat ini kasus tersebut tidak diapa-apakan, koruptornya dibiarkan berleha-leha. Lihat lambang timbangan yang ada di gedung itu. Itu timbangan pasar, timbangan cabai," ujar salah satu orator.
Gerah tidak ada respons dari Kejagung, massa tampak menggoyang-goyang pagar pintu gerbang Kejagung hingga menimbulkan bunyi benturan yang cukup keras.
Namun, pintu gerbang yang terbuat dari tembaga berbalut kawat berduri itu terlalu kokoh bagi mereka.
Meski massa mulai anarkis, penjagaan Kejagung tidak begitu ketat. Puluhan petugas Kamdal (Keamanan dalam) tidak tampak berjaga di sekitar lokasi. Mereka berkumpul di pintu masuk Gedung Utama Kejagung. (irw/nrl)











































