Warga yang tinggal di pinggir laut masih terus waspada dengan kedatangan air pasang yang menerpa kawasan tersebut sejak Minggu, 25 November 2007. Air pasang susulan yang menjebol 5 rumah ini untungnya tidak memakan korban jiwa. Penghuni rumah telam menyelamatkan diri ketika melihat tanda-tanda rumah akan runtuh.
"Banjir tambah besar. Ada ombaknya. Kami pergi sebelum runtuh," kata Ahmd (25), salah satu pemilik rumah di Muara Baru, Penjaringan, Senin(26/7/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) telah mengirimkan satu mobil kendaraan DPK untuk membantu evakuasi warga. Demikian pula dengan satu regu polisi yang dikirim guna mengevakuasi warga.
Sejauh ini warga lebih memilih bertahan. Kalaupun ada yang menyelamatkan diri ke rumah tetangga, akan kembali bila banjir surut sore hari.
5 rumah yang runtuh menggenapi jumlah rumah runtuh sehari sebelumnya. Total rumah rontok gara-gara air pasang telah mencapai 11 rumah.
(Ari/ana)











































