“Saat ini masih dalam tahap akhir, agar kelak semua agenda kerjasama dua negara bisa kita implementasikan lebih baik,” ujar SBY.
Hal tersebut ia sampaikan dalam sesi keterangan pers bersama Presiden Rafael Correra Delgado di ruang credential Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (26/11/2007).
Di dalam pidatonya, Presiden Delgado menyatakan kantor perwakilan Ekuador di Jakarta sendiri, sudah dibuka sejak Oktober 2005. Ini menunjukkan bahwa Ekuador sangat serius dengan upaya peningkatan kerjasama bidang perdangangan dan energi dengan RI. “Hubungan dengan Indonesia sangat penting. Bagi kami Indonesia bukan Timur (negara berkembang), melainkan Barat (negara maju). Besar harapan saya hubungan ekonomi dan politik dua negara terus berkembang dan kokoh,” ujar presiden yang mengantungi gelar doktor bidang ekonomi itu.
Data menunjukkan, hubungan dagang RI-Ekuador berjalan dan berkembang dengan baik. Bila pada tahun 2004 nilai total perdagangan dua negara USD 24 juta, pada 2006 telah mencapai USD 51 juta.
Lonjakan hampir dua kali lipat hanya dalam tempo dua tahun itu menunjukkan, besarnya pontensi yang bisa digali di masa mendatang. Indonesia sendiri berminat masuk ke sektor energi, telekomunikasi dan perikanan di Ekuador. (lh/nrl)











































