Mau Demo MA, Eh... Korlap Korban Lapindo Diseruduk Motor

Mau Demo MA, Eh... Korlap Korban Lapindo Diseruduk Motor

- detikNews
Senin, 26 Nov 2007 12:40 WIB
Jakarta - Saat menyeberang ke Gedung MA, sebuah sepeda motor tanpa pengendara melaju dengan kencang menyeruduk pendemo dari warga korban lumpur Lapindo. Tangan sang koordinator lapangan (korlap) pun keseleo dan demo akhirnya batal.

Insiden berawal saat koordinator lapangan, Rere, mengawal 10 warga korban lumpur Lapindo yang akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2007) pukul 10.00 WIB.

Rere dan rombongan berencana menuntut judicial review Perpres 14/2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoardjo. Pendemo tampak kompak mengenakan kaos warna hitam dan menenteng poster-poster. Mereka pun melangkahkan kaki dari halte bus dan akan menyeberang ke Gedung MA.

Namun tiba-tiba, sebuah sepeda motor Suzuki Satria warna hitam B 8519 SIK warna hitam tanpa pengendara melaju dengan kencang dan menabrak Rere. Bruuuk...!

Pria berambut gondrong ini pun jatuh dan digotong rekan-rekannya. Tangan kiri Rere keseleo dan tubuhnya lalu dibaringkan di bangku halte.

"Kita mau menyeberang, tiba-tiba ada sepeda motor naik ke trotoar," kata Jafar dari UPC yang mendampingi pendemo.

Rere tampak terus merintih kesakitan memegangi tangannya. "Aduh... Aduh...," rintih Rere yang terbalut sweater biru dan celana jins itu.

Rupanya, motor yang menyelonong itu semula dikendarai oleh Yuli. Pria ini mengaku hendak menghindari bajaj yang berada di depannya.

"Bajaj ini kok nggak ke kiri nggak ke kanan, bingung saya. Saya ambil kiri saja, ternyata bajaj juga ambil kiri. Saya terpental ke trotoar dan jatuh. Sepeda motorku jalan terus, nabrak deh," terang Yuli yang meringis karena luka lecet di kaki dan dengkul ini.

Yuli ternyata tidak meminta pertanggungjawaban sang supir bajaj. "Saya suruh pergi saja, kasihan kan penghasilannya tidak seberapa. Padahal saya mangkel (kesal)," ujarnya.

Tidak lama kemudian, Rere tampak diangkut dengan taksi menuju rumah sakit terdekat. Demo pun batal.

"Demo mereka sebenarnya tidak ada izin. Kejadian ini yang salah sebenarnya bajaj sih. Kalau mereka membawa ke kantor polisi ya kita proses, tetapi ini diselesaikan secara kekeluargaan," kata Kabag Operasi Polres Jakarta Pusat AKBP I Wayan Sugiri yang berada di lokasi. (aan/sss)


Berita Terkait