"Tutup... awas jangan dikasih jalan," teriak warga sambil lari berhamburan dari bus di Tol Ulujami, Jakarta, Senin (26/11/2007) pukul 10.45 WIB.
Warga yang menumpang 4 bus kopaja M-613 langsung memasang tenda warna biru dan palang bambu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga tampak duduk-duduk di bawah tenda, ruas tol yang diblokir termasuk ahli waris Isah bin Baman, Aisyah dan Naing.
8 Spanduk dibentangkan, antara lain bertuliskan "PU Jasa Marga sudah 4 tahun menarik keuntungan dari tanah warga. Kapan kami dibayar", "Jasa Marga tidak berperikemanusiaan", "PU Jasa Marga merampok tanah rakyat", "Pak Presiden katanya bela rakyat, kenapa rakyat disengsarakan" dan "Tanah kami harus dibayar, sudah harga mati."
Akibat pemblokiran, kendaraan pun padat merayap. Kendaraan terpaksa mengantre dan mengurangi kecepatannya. 2 Personel polisi lalu lintas tampak mengatur.
Namun tidak ada satu pun polisi maupun Dinas Jasa Marga yang berada di lokasi. Kondisi ini berbeda saat pemblokiran beberapa waktu lalu. Ratusan polisi lengkap dengan water cannon terjun untuk mengamankan aksi pemblokiran ini.
"Kami terpaksa blokir lagi karena belum mendapat pembayaran tunai. Dari kemarin kami hanya diberikan janji. Kita blokir hingga pembayaran diberikan," kata kuasa hukum warga, Andi Rifai. (aan/sss)










































