Saat itu seorang perwira polisi dan kekasihnya, seorang gadis berusia 26 tahun, sedang berjalan di Coolangatta, New South Wales, Australia. Mendadak, sekitar 20 remaja mencegat pasangan tersebut. Mereka langsung menendangi dan memukuli polisi berumur 27 tahun itu. Pacar si polisi pun tak luput dari amukan anak-anak muda itu.
Polisi yang sedang tidak bertugas itu dipukuli sampai roboh tak berdaya. Bahkan kepalanya diinjak-injak. Dompetnya pun dicuri. Polisi yang tidak disebutkan namanya itu mengalami luka-luka parah. Untunglah, nyawa korban dan kekasihnya berhasil diselamatkan.
Dari sekitar 20 remaja yang terlibat dalam kekerasan itu, dua di antaranya dikenai tuduhan paling berat. Dua anak yang berumur 11 tahun dan 16 tahun didakwa melakukan perampokan dengan disertai kekerasan dan penyerangan yang mengakibatkan luka berat. Keduanya masih ditahan menunggu proses persidangan selanjutnya.
"Mereka memperlakukan kedua orang itu dengan tanpa berperikemanusiaan," cetus jaksa Myee Arandale seperti dilansir harian Australia, News.com.au, Senin (26/11/2007).
"Yang mengherankan saya, anak-anak muda itu berada di luar pada pukul 00.50 dini hari," kata Arandale. "Apa yang dilakukan orangtua mereka sehingga mereka bisa keluar," cetusnya heran.
(ita/sss)











































