"Kita masih mengembangkan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi," kata Kapolsek Depok Timur AKP Tubagus Faisal kepada wartawan di Mapolsek Jl Ringroad Utara, Condongcatur Depok Sleman, Minggu (25/11/2007).
Namun kata dia, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pelaku di Makro ini masih ada hubungan jaringan pembobol ATM di RS Happy Land yang berhasil ditangkap Poltabes Yogyakarta beberapa waktu lalu. "Bisa jadi pelaku meniru dan bisa pula memang spesialis pembobol mesin ATM ataupun kelompok pencurian dengan pemberatan atau curat," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu yang didengar saksi Pujiono saat menarik keluar dari truk sambil menodongkan pistol," kata
Faisal.
Menurut dia, satu brankas milik Makro dan 2 mesin ATM Bank BCA dan Bank BNI yang digasak perampok diperkirakan mencapai lebih dari seratusan juta. Brankas milik Makro yang berhasil dibongkar berisi uang sekitar Rp 32 juta, sedangkan dua ATM untuk penarikan pecahan Rp 50 ribuan itu diperkirakan berisi lebih dari Rp 75 juta.
"Mesin ATM yang ada di pintu masuk itu pada hari Sabtu dan Jumat dari baru saja diisi. Hanya saja kami belum mendapat laporan jumlah yang pasti dari pihak bank," kata mantan Kapolsek Gondomanan Kota Yogyakarta itu.
Dia menambahkan dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, kamera CCTV yang terpasang di beberapa sudut ternyata ada yang rusak sehingga tidak bisa mereka. Sedang kamera yang terpasang di dekat ditutup dengan kain dan plester oleh perampok sebelum dijebol.
"Sekarang tim dari Polres dan Polsek Depok Timur masih bekerja keras melakukan penyelidikan untuk melakukan pengejaran," pungkas Faisal. (bgs/gah)










































