Polisi mengungkap fakta lain terkait ulah pria MY (34), yang mengirim ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku ternyata pernah mengirimkan pesan serupa ke ketua RT tempatnya tinggal.
"Karena sebelumnya yang bersangkutan juga pernah mengirimkan WA yang sama ke ketua RT-nya," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Saat itu, Iman menyebutkan pihak RT mengajak pelaku berkomunikasi terkait alasan dirinya mengirim pesan ancaman. Hal itu baru terungkap setelah pelaku mengirimkan teror serupa ke SD hingga membuat geger.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya (mengirim teror ke RT) sudah lama, baru terungkap tadi setelah kami lakukan pengamanan pasca yang bersangkutan mengirimkan teror ancaman bom ke sekolah Srengseng tersebut," jelasnya.
Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku mengaku iseng saat mengirimkan ancaman teror ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Pesan itu diketahui diterima oleh salah seorang guru dan pegawai tata usaha (TU) sekolah.
Pelaku juga sempat melakukan panggilan telepon lantaran pesan ancamannya itu tak dibalas. Dalam pesan tersebut, si pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik.
Berikut isi ancaman tersebut:
SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK...!!!
Sebagai informasi, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pagi tadi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, petugas tidak menemukan bahan peledak di lokasi.
Pelaku saat ini masih berstatus sebagai saksi. Polisi akan memeriksa kejiwaan pelaku untuk memastikan motif teror ancaman bom tersebut.
Simak Video 'Pramono Pastikan MPLS di SDN Jaksel Tetap Jalan usai Teror Bom':
(wnv/ygs)









































