Kisah Isu Kontrak Fox TV dengan Manusia Pohon

Kisah Isu Kontrak Fox TV dengan Manusia Pohon

- detikNews
Minggu, 25 Nov 2007 17:59 WIB
Bandung - Bermula dari penolakan pihak keluarga Dede (38) - si Manusia Pohon - atas kedatangan wartawan yang mayoritas dari media elektronik, mencuatlah isu adanya kontrak Dede dengan Discovery Channel yang intinya melarang pengambilan kecuali membayar sejumlah uang. Namun hal ini dibantah keras oleh Freelance Fox TV, Kresna Astraatmadja, selaku pembuat film dokumenter Dede "half man half tree".

"Kalau kontrak yang dimaksud adalah hak eksklusif kami untuk menyiarkan film dokumenter yang pertama kali, iya memang ada. Karena kami kan engga mau, seminggu sebelum kami tayang, tiba-tiba National Geographic menyiarkannya," ujar Kresna kepada detikcom usai melakukan pertemuan dengan Dirut RSHS Bandung Cissy Prawira dan Kepala Dinkes Jabar Hani Rono Sulistyo, Minggu (25/11/2007).

Namun, lanjut dia, jika kontrak yang dimaksud adalah larangan media lokal untuk wawancara dengan Dede apalagi harus membayar sejumlah uang, dia menolaknya dengan keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus terang, saya pun sempat ditolak untuk syuting oleh Dede. Jujur saya pun mengeluarkan sejumlah uang untuk pembuatan film dokumenter ini. Namun saya tidak pernah melarang untuk pengambilan gambar untuk kepentingan pemberitaan," tandasnya.

Menurutnya kontrak Fox dengan Dede tidak langsung dengan Dede, namun dengan Hanny Enterprise. Keterlibatan Hanny Enterprise ini, kata Kresna, atas permintaan Dede.

"Kami memberikan sejumlah uang ke Hanny Enterprise untuk operasional pembuatan film ini yang seharusnya juga diberikan sebagian pada Dede. Tapi saya tidak tahu apa Dede menerima atau tidak ," ujarnya yang enggan menyebutkan angkanya.

Selain itu, lanjut Kresna, secara khusus pihak Fox juga memberikan uang langsung kepada Dede sebesar 500 dolar USA. Mengenai keterlibatan Dr Anthony Gaspari, seorang ahli penyakit kulit (dermatologi) dan ilmu kekebalan tubuh (imunologi) ternama dari AS, Kresna mengaku itu atas permintaan Fox.

"Dari awal Gaspari itu ingin bekerjasama dengan dokter di Indonesia. Hasil penelitiannya akan didiskusikan dengan dokter di Indonesia," tutur Kresna.

Mengenai pemberitaan bahwa Dede akan dibawa ke Amerika, kata Kresna, tidak sepenuhnya benar. "Waktu lebih ke becanda malah. Ayo mau engga dibawa ke Amerika, kata kita-kita ke Dede. Tapi bukan tidak mungkin, itu bisa saja terjadi," ujarnya. (ern/asy)


Berita Terkait