Itulah usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar dalam pidato membuka simulasi siaga banjir di Dermaga Waterway Halimun, Jakarta, Minggu (25/11/2007).
"Gerakkan masyarakat untuk membebaskan tanah dengan baik tanpa melalui calo. Yorrys tuh spesialisnya," kata JK disambut tawa kader-kader Golkar termasuk Yorrys Raweyai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dananya ada, kemauan ada, cuma terhalang pembebasan lahan. Kalau (tanah) tidak bebas, ya tidak bebas banjir," kata Kalla.
Dalam membebaskan tanah, pemerintah sebisa mungkin menguntungkan masyarakat, dan tidak menguntungkan calo. Pemda juga harus tegas dan sigap membebaskan tanah.
Pemda tidak tegas membebaskan lahan akibat tidak berdaya menghadapi tuntutan masyarakat. "Akibat beraninya rakyat melawan pejabat, masa jalan tol sudah jadi dihalangi bambu jadi macet lagi," imbuh Kalla.
Dalam kesempatan itu, Kalla juga mengimbau setiap rumah di DKI membangun sumur resapan. "Bangun satu sumur resapan, termasuk para relawan. Jangan sampai relawan kebanjiran," pungkasnya.
Yorrys saat ini merupakan Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG). Anggota DPR ini dulu juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP).
(aba/asy)











































