Menkes: Fox Untung, Dede Tidak

Kasus Manusia Pohon

Menkes: Fox Untung, Dede Tidak

- detikNews
Minggu, 25 Nov 2007 16:13 WIB
Bandung - Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Supari mengecam komersialisasi gambar Dede 'Si Manusia Pohon' (38) oleh Fox dan Discovery Channel. Terhadap hal ini, Dede tidak diuntungkan. Yang diuntungkan adalah Fox. Dede diduga hanya mendapatkan US$ 500.

Hal ini disampaikan Menkes kepada wartawan menjelang meninggalkan RS Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Minggu (25/11/2007). Menkes usai menjenguk Dede yang dirawat di RS ini sejak Jumat (23/11/2007) lalu. Dede dirawat di RSHS atas perintah Menkes yang diperintah oleh Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono.

Berikut petikan wawancara Menkes dengan wartawan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa kasus ini tidak diambil sisi positifnya saja Bu. Tanpa ada pemberitaan ini, barangkali perhatian terhadap Dede tidak sebesar ini?

Positifnya jelas positif. Tapi positif buat siapa? Itu nantinya di dalam harga.

Maksudnya?

Ya harga kontrak. Kamu tidak ngerti deh. Kamu tuh berpikirannya wah ditayangkan nih, untung. Ya kan?

Ya Bu. Kan juga untung bagi pasien kan?


Nggak. Untung bagi Fox. Itu namanya you inlander. Aku tahu maksud kamu. Wis ditolongin discovery channel, saiki ditolongi pemerintah. Sekarang yang diuntungin pemerintah berapa? Seharusnya bukan pemerintah yang nolongin. Dia yang punya sendiri. Dia dapat 500 Dollar. Padahal, Fox jual ke Discovery Channel itu berapa? Pasti itu seribuan hingga jutaan Dollar.

Memang ibu tahu?

Belum. Tapi pasti ada. Terus si Dede itu haknya berapa persen dari sana? Saya tidak menyatakan Untung Dede sedikit. Tapi, kita lihat konsepnya, yaitu kontrak diambil gambar dan dikomersialkan. Sekarang saya tanya, berapa Fox menjual ke Discovery Channel dan berapa bagian untuk si Dede? Ini namanya perlindungan kepada yang lemah.

Jadi, maksud penunjukan lawyer yang ibu minta ini untuk memperjelas kontrak dengan Discovery?

Ya ini untuk mendapatkan haknya. Kita belum tahu apakah benar Pak Dede hanya menerima 500 dollar.

Mengenai spesimen yang diambil luar negeri, apakah ada aturannya?


Itu sudah ada UU-nya. Tapi lolos terus. Ada orang asing yang ngambil darah, kok malah kita bilang makasih.

Apakah pemerintah merasa kecolongan dengan penayangan gambar Dede?


Kok kecolongan? Apanya yang dicolong? Kan tidak ada aturannya?

Kapan kirim surat ke Maryland?


Segera akan saya kirimkan secara resmi ke RS Maryland.

Perlu persetujuan SBY?


Tidak perlu, cukup di bawah Depkes

Pada tahun 1996, Dede pernah dirawat di sini. Setelah keluar, apakah ada pengawasan dari pemerintah terhadap Dede? Mengapa kok dia dibawa ke sini baru sekarang?

Ya tidaklah. Dulu kan cuma kutil. Lagi pula dia tidak muncul-muncul lagi. Jadi, dalam pikiranmu bahwa ini untung, kita harus bilang matur nuwun. Kalau dalam pikiranku, berapa yang mereka dulang. Jangan marah ya..
(asy/mar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads