Penyakit Dede 'Manusia Pohon' Diduga Disebabkan Virus

Penyakit Dede 'Manusia Pohon' Diduga Disebabkan Virus

- detikNews
Minggu, 25 Nov 2007 15:23 WIB
Bandung - Hingga kini belum diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita si Manusia Pohon, Dede (38), asal Kabupaten Bandung. Tim dokter dari RS Hasan Sadikin (RSHS) masih terus memeriksanya. Kutil yang berakar dan bertandung di ujung kaki dan tangan itu diduga oleh virus.

"Dari diagnosa sementara, Dede mengidap Epidermodisplasia veruciformis dan giant cutaneous horn disebabkan oleh human papiloma virus (HPV)," jelas Menkes Siti Fadillah Supari dalam jumpa pers seusai menjenguk Dede di RSHS, Bandung, Minggu (25/11/2007).

Namun, Menkes belum bisa memastikan penyakit apa sebenarnya yang menyerang Dede. Menkes masih terus menjalin komunikasi dengan tim dokter yang menangani Dede, yang dipimpin dr Rahmat Dinata. "Belum tahu jelas penyakitnya apa. Kenapa kutilnya berbentuk tanduk di ujung-ujung kaki dan tangan," kata Menkes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dede mulai dirawat di RSHS sejak Jumat (23/11/2007), setelah pemberitaan dirinya tersebar di banyak media, termasuk media asing. Kondisi Dede sangat memprihatinkan. Kutil yang ada di tangan dan kakinya berakar seperti pohon. Karena itulah, Dede disebut sebagai manusia pohon.

Pemerintah Biayai Perawatan Dede

Belum diketahui berapa lama Dede akan dirawat di RSHS. Tapi, yang jelas, perawatan Dede akan dibiayai pemerintah. "Pemerintah yang tanggung. Saya juga bilang kepada Pak Dede jangan memikirkan persoalan biaya. Kita akan menanggung. Yang penting, bapak sembuh," ujar Menkes.

Sebelumnya, pada tahun 1996, Dede pernah dirawat di RSHS selama 460 hari. Namun, ternyata Dede tidak sembuh benar. Bahkan, penyakit kutilnya malah merajalela. Akibat penyakitnya ini, Dede kehilangan pekerjaan dan ditinggalkan istrinya.

Saat ditanya apakah Dede tidak diawasi tim medis selepas meninggalkan RSHS sepuluh tahun lalu, Menkes membenarkannya. "Ya gak-lah (tidak diawasi-Red). Dulu kan cuma kutil. Lagi pula dia tidak muncul-muncul lagi," ujar Menkes.
(asy/mar)


Berita Terkait