Bak Harry Potter, Rudd berhasil 'menyihir' rakyat Australia memilih Partai Buruh menggantikan kekuasaan Partai Konservatif yang dipimpin John Howard. Rudd pun melaju menjadi Perdana Menteri Australia berikutnya.
Bukan hanya aksinya yang membuat pria berusia 50 tahun itu dijuluki Harry Potter oleh koleganya di Partai Buruh. Tampang yang kekanak-kanakan dan berkacamata melengkapi penampilannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir AFP, Minggu (25/11/2007), pandangan politiknya yang kekiri-kirian terbentuk ketika di usia 11 tahun terpaksa harus tidur di mobil. Rudd kecil berpikir tentang keadilan sosial karena keluarganya terusir dari tanah pertanian mereka di Queensland tak lama setelah kematian ayahnya.
Pandangannya tentang keadilan sosial itu mendorongnya untuk maju menjadi anggota parlemen Australia melalui Partai Buruh. Tahun 1998, pada usahanya yang kedua, barulah Rudd bisa duduk di Parlemen Australia.
Meski dari Partai Buruh, kebijakan ekonomi ayah 3 anak ini dinilai akan konservatif, bahkan lebih konservatif dari John Howard yang dari Partai Konservatif. Rudd mengaku seorang 'konservatif fiskal'.
Namun kebijakan ekonomi ini tidak menjadi pusat perhatian utama bagi rakyat Australia. Rakyat Australia saat ini lebih membutuhkan pembaharuan sikap politik dan berbagai kebijakan terkait lingkungan hidup dan akses internet broadband.
Namun seorang Rudd tetap tak sempurna. Rudd sering dinilai kritis terhadap media massa. Kepercayaan dirinya yang tinggi seringkali menjadi bumerang bagi dirinya.
Di sisi lain kepercayaan diri yang tinggi itu juga membuatnya terlihat mumpuni di jajaran pemimpin dunia. Dan itu telah dibuktikannya dalam pertemuan pemimpin Asia-Pasifik di Sydney Oktober 2007 lalu, Rudd bercakap-cakap dalam Bahasa Mandarin dengan Presiden Cina Hu Jintao.
Yah, inilah Kevin Rudd, 'Harry Potter' dari Partai Buruh Australia. (aba/asy)











































