Menkes Minta Lawyer Dampingi Manusia Pohon

Menkes Minta Lawyer Dampingi Manusia Pohon

- detikNews
Minggu, 25 Nov 2007 13:40 WIB
Bandung - Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Supari meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) dan pengelola RS Hasan Sadikin (RSHS) menunjuk lawyer untuk mengurus kontrak Dede (38)- pasien penyakit kulit yang dikenal sebagai manusia pohon - dengan Discovery Channel. Hak Dede harus dijamin.

"Saya minta kepada Ibu Chissy (Dirut RSHS) dan Pak Hani (Dinkes Jabar) untuk segera menunjuk lawyer. Karena saat ini yang menjadi persoalan adalah Dede dikontrak oleh Discovery Channel. Pasien mempunyai hak. Jangan sampai ini menjadi tidak adil," kata Menkes dalam jumpa pers seusai menjenguk Dede di RSHS, Bandung, Minggu (25/11/2007).

Dede saat ini ditangani oleh tim dokter RSHS yang dipimpin dr Rahmad Dinata. Dia dilarikan ke RSHS Jumat (23/11/2007) lalu, setelah media massa mempublikasikan penderitaan Dede. Dede dibawa ke RSHS atas perintah Menkes yang telah diperintah oleh Presiden SBY dan Ny Ani Yudhoyono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Menkes, hak Dede saat ini tidak jelas. "Dia diambil gambarnya secara gratis dan dikomersialkan. Sementara dia sendiri tidak mendapat apa-apa," keluh Menkes mengomentari pengambil gambar oleh Fox kemudian dijual kepada Discovery Channel.

Dalam jumpa pers ini, Menkes juga bertanya kepada wartawan Fox yang mengambil gambar Dede. "Mana, di antara kalian yang dari Discovery Channel? Saya minta kontraknya. Kontraknya seperti apa? Apakah ada lawyernya?" tanya Menkes.

Kresna, koresponden Fox, pun mengacungkan jari. "Fox mengambil gambar dan dijual ke Dicovery Channel. Saat kontrak dengan Discover Channel, tidak ada lawyer. Karena Dede bersedia, ya kami ambil gambarnya," jawab Kresna.

"Kamu dibayar berapa? tanya Menkes kepada Kresna. "Ya ada-lah Bu," kata Kresna sambil tidak menyebut honor yang dia terima. "Kalau kita yang urus, you juga akan saya bayar besar," tegas Menkes.

"Dede itu kan milik kita. Jangan sampai orang luar negeri mengambil keuntungan berlipat-liptat. Dan si sakit terus sakit," imbuh Menkes. (asy/mar)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads