Priyo: Metode Survei Bukan untuk Tutup Peluang Pesaing JK

Rapimnas Partai Golkar

Priyo: Metode Survei Bukan untuk Tutup Peluang Pesaing JK

- detikNews
Minggu, 25 Nov 2007 12:11 WIB
Jakarta - Rapimnas III Partai Golkar memutuskan menggunakan mekanisme survei untuk penjaringan capres. Konvensi pun ditinggalkan. Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso membantah sistem survei menutup peluang tokoh-tokoh yang berpotensi menjadi kompetitor Jusuf Kalla.

"Hasil survei bisa saja jaring eksternal. Kalaupun ada tokoh-tokoh eksternal,itu tokoh-tokoh yang secara platform, Golkar nyaman dengannya," ujar Priyo kepada detikcom  di sela-sela Rapimnas III Golkar di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta (25/11/2007).

Priyo menyebutkan, tokoh-tokoh nasional semisal SBY atau Megawati pun bisa ikut penjaringan melalui survei. Kemungkinan tokoh-tokoh itu masuk dalam survei tergantung perolehan Golkar pada pemilu legislatif 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya menurut Priyo, Golkar memiliki skenario kedua untuk bekoalisi dengan parpol lain yang mengusung SBY atau Megawati. Atau skenario kedua berkoalisi dengan parpol Islam.

Namun ketua FPG DPR ini menegaskan, Golkar tetap mengedepankan skenario  pertama untuk mengusung JK sebagai RI-1. "Semua skenario itu tergantung pemilu legislatif. Tapi kami kemungkinan  akan pilih orang-orang terbaik yang dipertimbangkan dari kalangan  internal," tutur Priyo.

Bahkan Priyo pun menyebutkan, mantan ketum Golkar Akbar Tandjung bisa masuk dalam penjaringan survei tersebut. "Pak Akbar itu sebagai mantan ketum Golkar, kalau beliau mau, beliau sangat  berhak untuk ikut disurvei. Namun jika menggunakan skenario pertama di mana capres Golkar harus dari internal, JK paling diunggulkan," cetus dia. (rmd/asy)


Berita Terkait