Perampokan ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu (25/11/2007). Pelaku diperkirakan berjumlah 8 orang dengan menggunakan 4 mobil, salah satunya Isuzu Panther. Dalam aksinya, para pelaku melumpuhkan 5 satpam, sopir dan kernet mobil supplier.
Kapolsek Depok Timur, AKP Tubagus Faisal menjelaskan kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi seperti sopir dan satpam. "Kerugian belum bisa dihitung, siang ini baik dari pihak Makro, Bank BNI , dan BCA masih menghitung," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang masih diminta keterangan di Mapolsek Depok Timur, 2 orang perampok turun mengaku sebagai polisi dan meminta dibukakan pintu.
Tiba-tiba mereka melumpuhkan 2 satpam dengan menodongkan pistol. Kedua satpam kemudian disekap dengan tangan diikat, mata dan mulut di lakban.
Aksi mereka belum berakhir sampai di sini. Mereka kemudian melumpuhkan 3 satpam di pintu masuk. Ketiga satpam disekap di salah satu ruangan. Namun, salah seorang satpam melawan sehingga kepalanya langsung dipukul dengan gagang pistol.
Kawanan perampok kemudian langsung mengobrak-abrik brankas dan 2 mesih ATM dengan menggunakan las.
Sekitar pukul 02.30 WIB, sebuah mobil datang membawa masuk barang supplier. Si sopir dan kernet ini tidak tahu orang-orang di depan merupakan perampok. Kemudian, si perampok langsung melumpuhkan si sopir. Bahkan uang sopir disikat perampok. Si sopir dan kernet ini pun bernasip sama. Mereka disekap dalam satu ruangan dengan yang lainnya.
Ketika perampok akan menjebol rak-rak penjualan Makro, aksi mereka gagal. Kelompok perampok hanya berhasil mangosongkan isi 2 ATM dan brangkas serta beberapa bungkus rokok.
(mly/mly)











































