Asa Koperasi Kembali Jadi Soko Guru Ekonomi

Asa Koperasi Kembali Jadi Soko Guru Ekonomi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jul 2026 07:02 WIB
Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional Ke-79. (Dok. YouTube Kemenkop)
Foto: Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional Ke-79. (Dok. YouTube Kemenkop)
Jakarta -

Ada satu keinginan besar yang diutarakan Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono dalam puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas). Ia menginginkan koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian Indonesia.

Acara puncak Harkopnas ini digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Agenda ini turut dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami di kementerian tentu sadar sepenuhnya bahwa kami adalah aparatur ideologis dari Bapak (Presiden). Bersama dengan gerakan koperasi dan Dewan Koperasi Indonesia, tentu kami akan menjadi garda terdepan untuk bisa mengimplementasikan dan meneruskan cita-cita besar para tokoh koperasi, serta khususnya mengimplementasikan gagasan besar Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto agar koperasi bisa kembali menjadi soko guru perekonomian nasional," ujar Ferry dalam sambutannya.

Soko guru perekonomian adalah pilar utama, penyangga utama, atau fondasi utama yang menopang perekonomian suatu negara. Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional sejatinya telah diatur dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Komitmen penguatan ini juga telah dimasukkan ke dalam program visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pada kesempatan yang sama, Ferry juga membocorkan bahwa Undang-Undang Perkoperasian yang baru akan lahir pada tahun ini. Ia menyebut regulasi yang saat ini digunakan sudah usang dan memerlukan pembaruan.

Menkop Ferry Juliantono (tangkapan layar)Foto: Menkop Ferry Juliantono (tangkapan layar)

"Sehingga dengan UU yang baru ini diharapkan bisa menjadi payung hukum yang kuat bagi gerakan koperasi di Indonesia," lanjutnya.

Senada dengan Menkop, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi merupakan salah satu pilar utama soko guru perekonomian nasional. Ia menyatakan, langkah Pemerintah Indonesia dalam memperkuat koperasi bukan berarti akan memperlemah unsur ekonomi lainnya.

"Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No!" tegas Prabowo.

Prabowo meyakini Indonesia bisa tumbuh kuat di semua lini ekonomi. Ia percaya Indonesia mampu bangkit menjadi negara yang mandiri.

Presiden Prabowo. (Dok. YouTube Kemenkop)Foto: Presiden Prabowo. (Dok. YouTube Kemenkop)

"Kita perkuat, Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit, dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyentil pihak-pihak yang masih ragu dengan masa depan bangsa. Ia bahkan mempersilakan mereka yang memandang masa depan Indonesia suram untuk mencari negara lain sebagai tempat tinggal.

"Yang ragu-ragu, duduk di rumah saja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, tidak ada yang melarang," ucap Prabowo disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

Halaman 2 dari 3
(isa/lir)


Berita Terkait