Larangan 2 Kader Golkar Bersaing Dinilai sebagai Kepanikan

Larangan 2 Kader Golkar Bersaing Dinilai sebagai Kepanikan

- detikNews
Sabtu, 24 Nov 2007 22:38 WIB
Surabaya - Usulan 2 kader Partai Golkar yang dilarang bersaing dalam pemilihan kepala daerah mendapat reaksi keras. Munculnya usulan di Rapimnas III Partai Golkar di Jakarta itu menunjukan adanya kepanikan.

"Itu menunjukan kepanikan. Karena di pilkada calon yang diajukan partaiselalu kalah," tegas Ridwan Hisjam, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim kepada detiksurabaya.com, Sabtu (24/11/2007) malam.

Pria yang merupakan kKetua Kosgoro 57 Jawa Timur  akan mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Jatim ini pantas panas. Sebab, adanya usulan itu tentunya akan menjegal dirinya sebelum bertarung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perlu diketahui, mantan Ketua Golkar Jatim ini dikenal aktif sudah mengkampanyekan dirinya. Dan sebaliknya, Partai Golkar Jatim telah memutuskan mengajukan ketuanya, Soenarjo, sebagai calon gubernur.

"Saya maju sebagai hak individu dan tidak memakai fasilitas dan struktur Partai Golkar," tegas Ridwan yang mengaku sedang di Eropa ini.

Ridwan menilai, kekalahan yang dialami Golkar di berbagai Pilkada sebenarnya bukan karena ada dua kader yang saling bersaing. "Tapi karena kesalahan menentukan posisi dan figur yang dijual," tandas Ridwan atau akrab dipanggil Tatok ini. (gik/mly)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait