ASN Bisa WFH untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Detik Pagi

ASN Bisa WFH untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Trypama Randra - detikNews
Senin, 13 Jul 2026 07:58 WIB
Jakarta -

Berdasarkan kalender pendidikan Jakarta, anak-anak masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027 pada Senin, 13 Juli 2026. Kemudian, ada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) untuk murid-murid baru selama lima hari, yakni pada Senin, 13 Juli 2026 sampai Jumat, 17 Juli 2026.

Imbauan ASN Bisa WFH buat Antar Anak Hari Pertama Sekolah

Memasuki tahun ajaran baru, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengimbau instansi pemerintah untuk bisa memberikan fleksibilitas kerja bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mengantar anak mereka di hari pertama sekolah.

Imbauan ini tertuang dalam surat Menteri PANRB nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan Rini pada Jumat (10/7) kemarin dengan mengacu pada Peraturan Menteri PANRB No. 4/2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui surat tersebut, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di instansi pemerintah diminta memberi kesempatan kepada ASN yang memiliki anak pada jenjang PAUD, pendidikan dasar (SD), dan pendidikan menengah (SMP) untuk mengantar anak di hari pertama masuk sekolah.

"Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan," kata Rini dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (11/7/2026).

Ia berharap, melalui pengaturan fleksibilitas kerja yang baik, ASN sebagai orang tua dapat mendampingi anak di hari pertama sekolah tanpa mengurangi profesionalisme, produktivitas, maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Imbauan ini juga sejalan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN No. 17/2026, sebagai bagian dari strategi nasional penguatan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045 dan upaya mengatasi fenomena fatherless dengan memperkuat peran orang tua, khususnya ayah, dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini.

Depok dan Kotim Terbitkan SE

Sejalan dan untuk mendukung GAMAS, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pelaksanaan MPLS. Surat edaran tersebut berisi imbauan agar para ayah mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah.

SE dengan Nomor 400.3.5.1/4387/Sek.Umpeg/2026 tentang Pelaksanaan Hari Pertama Masuk Sekolah dan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut diterbitkan pada 8 Juli 2026.

"Di antaranya, hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026. Seluruh satuan pendidikan agar menyambut peserta didik melalui kegiatan yang ramah anak, aman, tertib, dan menyenangkan," bunyi SE tersebut seperti dilihat detikcom, Minggu (12/7/2026).

Selain Kota Depok, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) juga mengeluarkan SE Bupati Kotim Nomor 400.13/211/DPPPAPPKB.5/2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, dalam laporannya menyatakan gerakan tersebut merupakan upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan sekaligus membangun ikatan emosional dengan anak sejak dini.

"Gerakan ini bertujuan memperkuat peran ayah atau wali ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini, membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak, serta meningkatkan rasa percaya diri, kenyamanan, dan kesiapan anak dalam proses belajar," ujar Halikinnor dalam laporannya, Jumat (10/7/2026).

"Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap budaya pengasuhan yang melibatkan ayah dan ibu dapat semakin kuat. Dengan demikian, keluarga menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

7 Ide Kegiatan MPLS yang Edukatif

MPLS merupakan agenda rutin di setiap awal tahun ajaran baru untuk menyambut para peserta didik. Memilih ide kegiatan MPLS yang edukatif dan terbebas dari unsur perpeloncoan sangat penting agar siswa baru merasa nyaman saat beradaptasi.

Kegiatan MPLS harus dirancang semenarik mungkin untuk meningkatkan motivasi belajar siswa baru di lingkungan yang asing bagi mereka. Memadukan informasi akademik dengan permainan kelompok ringan bisa menjadi pilihan pendekatan yang efektif.

Berikut adalah beberapa ide kegiatan edukatif yang bisa diterapkan selama masa orientasi:

1. Tur Jelajah Sekolah: Mengajak siswa berkeliling dalam kelompok kecil untuk mengenali ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, fasilitas ibadah, hingga kantin.

2. Permainan Dinamika Kelompok: Melakukan ice breaking atau games sederhana yang dirancang khusus untuk melatih kerja sama tim dan kekompakan antar-siswa baru.

3. Sesi Berbagi Inspirasi: Mengundang alumni yang berprestasi untuk menceritakan pengalaman belajar mereka guna memotivasi peserta didik.

4. Demonstrasi Ekstrakurikuler: Menampilkan pertunjukan singkat dari masing-masing unit kegiatan ekstrakurikuler agar siswa baru dapat memilih aktivitas sesuai minat dan bakatnya.

5. Membuat Pohon Cita-cita: Mengajak setiap siswa menuliskan harapan dan target belajar mereka di selembar kertas, lalu menempelkannya bersama-sama pada papan mading kelas.

6. Kuis Wawasan Sekolah: Mengadakan kuis tanya jawab interaktif seputar sejarah, visi misi, dan aturan sekolah untuk menguji fokus siswa dengan cara yang menyenangkan.

7. Aksi Peduli Lingkungan: Melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan ringan seperti merawat taman atau membersihkan area kelas untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Saksikan informasi selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Senin (13/7/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"

(vrs/vrs)


Berita Terkait