Metode Survei, JK Tak Ingin Berandai-andai Lolos

Metode Survei, JK Tak Ingin Berandai-andai Lolos

- detikNews
Sabtu, 24 Nov 2007 21:19 WIB
Jakarta - Pilihan survei sebagai cara untuk menentukan capres Partai Golkar sepertinya hampir final. Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla tidak mau berandai-andai mengenai kemungkinan dirinya lolos atau gagal dalam penjaringan calon presiden 2009 berkaitan dengan akan diterapkannya metode survei, sebagai pengganti konvensi.

"Saya tidak ingin berandai-andai. Pertama aturan teknis kita belum buat. Artinya itu demokratis, iya kan? Itu artinya terbuka, banyak kemungkinan," kata Kalla saat ditanya wartawan ketika meninjau media center Rapimnas III Golkar di Hotel Barobudur, Jakarta, Sabtu (24/11/2007)

Pria yang menjabat wakil presiden itu menjelaskan, hal penting dalam proses penjaringan calon presiden dan wapres dari Partai Golkar adalah keterbukaan dan demokrasi. Kalla mencontohkan, saat Akbar Tanjung sebagai Ketua umum menelorkan penjaringan melalui konvensi, justru tidak terpilih sebagai capres dari Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu waktu konvensi kan Pak Akbar sendiri tidak masuk, jangan lupa itu. Jadi jangan diandaikan dulu bahwa mekanisme demokrasi apa pun caranya kalau ada kemutlakan itu kan bukan demokrasi. Ini bukan soal masuk atau tidak masuk. Selama menganut asas demokrasi, maka tidak ada kemutlakan," terang Kalla

Sebelumnya, ketua SC Rapimnas III Partai Golkar Syamsul Maโ€™arif mengatakan dengan mekanisme pencalonan yang baru, bisa saja dalam Pilpres 2009 tidak mengusung Jusuf Kalla sebagai capres ataupun cawapres. Sebab, mekanisme pencalonan sangat bergantung pada hasil survei dan penetapan calon melalui Rapat Pimpinan Nasional Khusus. (yid/mly)


Berita Terkait