"Saya tidak ingin berandai-andai. Pertama aturan teknis kita belum buat. Artinya itu demokratis, iya kan? Itu artinya terbuka, banyak kemungkinan," kata Kalla saat ditanya wartawan ketika meninjau media center Rapimnas III Golkar di Hotel Barobudur, Jakarta, Sabtu (24/11/2007)
Pria yang menjabat wakil presiden itu menjelaskan, hal penting dalam proses penjaringan calon presiden dan wapres dari Partai Golkar adalah keterbukaan dan demokrasi. Kalla mencontohkan, saat Akbar Tanjung sebagai Ketua umum menelorkan penjaringan melalui konvensi, justru tidak terpilih sebagai capres dari Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, ketua SC Rapimnas III Partai Golkar Syamsul Maโarif mengatakan dengan mekanisme pencalonan yang baru, bisa saja dalam Pilpres 2009 tidak mengusung Jusuf Kalla sebagai capres ataupun cawapres. Sebab, mekanisme pencalonan sangat bergantung pada hasil survei dan penetapan calon melalui Rapat Pimpinan Nasional Khusus. (yid/mly)











































