RI Stop Kirim Sampel Flu Burung ke WHO!

RI Stop Kirim Sampel Flu Burung ke WHO!

- detikNews
Sabtu, 24 Nov 2007 18:57 WIB
Jakarta - Sampel virus H5N1 yang dikirimkan Indonesia ke WHO untuk sementara dihentikan. Keputusan ini diambil Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari setelah 1 dari 6 usulan Indonesia ditolak dalam sidang Inter Govermental Meeting on Pandemic Influenza Preparedness(IGM-PIP)

"Point 6 itu deadlock. Kita maunya pengiriman virus dari kita, harus dengan menandatangani material transfer agreement (MTA) yang selama ini mereka nggak bisa ambil seenaknya," kata Siti Fadillah dalam jumpa pers di kediamannya di Jalan Denpasar, Jakarta, Sabtu (24/11/2007).

Siti Fadilah yang baru kembali dari Jenewa, Swiss, ini menguraikan 5 point yang diajukan Indonesia dan disetujui. Pertama, WHO mengakui mekanisme yang selama ini berlaku adalah tidak transparan dan tidak adil. Kedua, WHO akan mengubah sistem sehingga menghormati negara-negara asal virus, yang berarti GISN (Global Influenza Surveillance Network) yang hanya menguntungkan negara adidaya seperti Amerika dibubarkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiga, menkes sedunia yang hadir dalam pertemuan sepakat untuk membentuk small working group untuk membahas sistem pengganti GISN.
Keempat, AS setuju membuat sistem IT teknologi yang bisa melacak keberadaan sampel flu burung.

"Tapi yang ini kita masih belum klop. Soalnya kita belum menemukan kata sepakat siapa yang bakal mengawasi," ujarnya.

Kelima, menkes sedunia sepakat untuk membentuk advisiring board untuk mengawasi pemanfaatan virus.

Pengiriman sampel flu burung, lanjut Siti Fadilah, akan ditentukan pada Juli 2008 pada sidang IGM-PIP selanjutnya. Walaupun salah satu point deadlock, Siti Fadilah tetap menganggap pertemuan itu dimenangkan oleh Indonesia.

"GISN yang sudah 50 tahun bisa kita ubah, mudah-mudahan Juli mendatang sudah ada mekanisme baru," imbuhnya.

Pertemuan menkes sedunia merupakan usulan Indonesia, sebagai bentuk protes penggunaan sampel flu burung seenaknya oleh Amerika. Alasannya, sampel yang dikirim Indonesia ke WHO bisa diambil oleh AS untuk dibuat vaksin lalu dipatenkan.
(mly/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads