Bandung - Pencurian lima arca koleksi Museum Radya Pustaka Solo membuat Menbudpar Jero Wacik prihatin. Namun karena kasusnya sudah menemukan titik terang, Wacik menyerahkan kasus ini pada pihak yang berwenang.
"Kan sedang ditangani polisi saat ini, dan proses selanjutnya biar kita serahkan pada yang berwenang," kata Wacik.
Wacik menyampaikan hal itu di sela kampanye Sadar Wisata di Saung Angklung Udjo, Padasuka, Bandung, Sabtu (24/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghindari kasus pencurian arca atau koleksi benda bersejarah di museum-museum, Wacik mengimbau agar seluruh museum di Indonesia meningkatkan mutu manajemennya. "Masyarakat juga harus sadar museum milik kita," ujarnya. Kasus pencurian arca ini menyeret pengusaha Hashim Djojohadikusumo. Sebab polisi menemukan barang curian ini di kediaman anak kandung begawan ekonomi, Alm Sumitro Djojohadikusumo, itu yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan. Dalam kampenya Sadar Wisata ini, Wacik sempat memainkan alat musikkhas Sunda, yakni amura. Dia memainkan alat musik itu untuk membuktikan pemerintah tidak sekadar mengajak anak muda menyintai seni budaya, tapi juga menghayatinya.
"Ya pejabat pun setidaknya harus bisa tahu dan memainkan alat kesenian tradisional Indonesia," cetusnya.Β
(umi/sss)