"Itu bohong. Tidak ada yang seperti itu. Presiden SBY dan Ibu Negara selalu menjaga untuk tidak bertemu dengan orang-orang yang mempunyai masalah hukum," bantah Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng melalui SMS kepada detikcom, Sabtu (24/11/2007).
Masih di dalam SMS yang sama, ia menyatakan, bukan kali ini saja berita-berita bohong disebarkan untuk merusak nama baik SBY. Ia menduga motif penyebaran berita bohong tersebut tidak jauh-jauh dari Pilpres 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biarlah rakyat menilai atas dasar kinerja masing-masing. Rakyat mengerti mana yang benar dan mana yang tidak. Becik ketitik, ala ketara," ujar pria asli Bugis ini mengutip pepatah Jawa yang artinya berbuat baik atau buruk sedikit saja pasti akan kelihatan.
(lh/sss)











































