Sebelumnya AS juga sudah mengambil sampel darah virus avian influenza (AI) atau flu burung dari pasien di Indonesia.
"Saya dapat laporan, mereka sudah ngambil darah tanpa izin. Itu 2 minggu yang lalu," ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkes Lily S Sulistiowati disela kunjungannya di Lombok, Sabtu (24/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada dasarnya, imbuh Lily, Depkes tidak keberatan dengan bantuan yang ditawarkan sebuah rumah sakit di AS kepada Dede. Seorang pasien boleh saja dibawa ke luar negeri jika peralatan dan ilmu di sana lebih baik. Hanya saja, hal itu harus melalui prosedur yang ada.
"Kita belum terima permintaan secara resmi. Kalau pergi ke sana, dia harus didampingi tenaga medis dari sini agar kita tahu apa yang dialami dia di sana," ujar Lily.
Soal pernyataan dokter di AS yang mengatakan bisa menghilangkan kutil yang tumbuh liar di tubuh Dede dengan menggunakan vitamin A sintetis, Lily meyakinkan usaha itu akan sia-sia.
Sebab tindakan serupa sudah diberikan kepada Dede di Indonesia dan tidak membuahkan hasil apa-apa. Selama bertahun-tahun kutil di tubuh Dede tumbuh liar terutama di tangan dan kakinya hingga menyerupai akar pohon. Dari situlah dia dijuluki si manusia akar atau manusia pohon. (umi/sss)











































