Sebab sejak masuk perawatan pada November 1996, Dede baru ke luar dari RSHS 460 hari kemudian.
Keluhan Dede saat itu masih sama, tumbuhnya kutil yang luar biasa banyak di tubuhnya terutama bagian tangan dan kaki sehingga menyerupai akar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya selama 460 hari dirawat di RSHS, kondisi Dede tidak mengalami perubahan berarti. Kutil ditubuhnya semakin tumbuh liar. "Dia juga akhirnya jenuh dan memilih pulang ke rumahnya," tutur Cissy.
Dengan teknologi kedokteran yang terus berkembang dan semakin canggih, Cissy optimistis pengobatan kutil Dede membuahkan hasil positif.
Karena itu, dia tidak menolak jika ada pihak asing yang ingin ikut membantu pengobatan Dede. "Tidak masalah bagi RSHS selama mereka ikut aturan yang ada di Indonesia," ujar Cissy.
Untuk pengobatan di RSHS, Dede ditangani 12 dokter yang diketuai dr Rahmat Dinata SpKK. Sebab dibandingkan kondisi 1996 lalu, kondisi kutil di tubuh Dede semakin parah. Pertumbuhannya mencapai 100 persen dari kondisi saat itu.
Sejauh ini, Dede baru menjalani pemeriksaan awal yang terkait kondisi vitalnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi Dede yang diduga terjangkit human papilloma virus (HPV) cukup baik.
Selain ditangani tim dokter yang handal, Cissy menuturkan, pihaknya mendapat bantuan dari RS Dharmais yang akan membantu mengecek DNA Dede, sehingga bisa dicari tahu penyebab tumbuhnya kutil dan pemecahannya.
(umi/sss)











































