Berdasarkan keterangan salah seorang pegawai Garmen, Tatang (20), sekitar pukul 09.00 WIB, saat dirinya sedang berada di lantai 2, tiba-tiba satpam pabrik, Leo, memerintahkan dirinya beserta belasan pegawai lainnya keluar pabrik.
"Katanya ada ancaman bom. Operator, Jajang, menerima telepon dari seseorang yang bilang kalau 5 menit lagi pabrik akan diledakkan bom," ujar Tatang kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya hari ini libur. Tapi kami disuruh masuk untuk memindahkan mesin dari lantai 1 ke lantai 2," tutur Tatang.
Pantauan detikcom, belasan polisi dari Polsek Kiaracondong dan Polresta Bandung Tengah masih berada di dalam pabrik. Wartawan TV yang hendak mengambil gambar dilarang oleh satpam pabrik.
Di luar pabrik yang gerbangnya tertutup rapat, tidak ada keramaian. Tampaknya warga tidak mengetahui ancaman ini. (ern/sss)











































