Karhutla di Kobar Kalteng, 8 Hektar Lahan Hangus Terbakar dalam 2 Hari

Karhutla di Kobar Kalteng, 8 Hektar Lahan Hangus Terbakar dalam 2 Hari

Sigit Pamungkas - detikNews
Jumat, 10 Jul 2026 23:45 WIB
Karhutla di Kotawaringin Barat, Kamis (9/7/2026). (dok BPBD Kobar)
Foto: Karhutla di Kotawaringin Barat, Kamis (9/7/2026). (dok BPBD Kobar)
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), mencatat terjadinya marak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Hanya dalam kurun waktu dua hari, sebanyak delapan hektar lahan dilaporkan telah hangus terbakar.

Dilansir detikKalimantan, peristiwa karhutla terbaru terjadi di kawasan Karanganyar, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, hari ini. Proses pemadaman baru dinyatakan selesai sekitar pukul 16.30 WIB setelah petugas berjibaku selama berjam-jam menghadapi kobaran api di lahan gambut.

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan cuaca panas yang disertai angin kencang menjadi kendala utama proses pemadaman. Kondisi ekstrem tersebut membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam dua hari terakhir kami menangani enam kejadian karhutla di lokasi yang berbeda. Seluruh personel terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya agar api tidak semakin meluas," kata Adnan Santana, Jumat (10/7/2026) malam.

Enam titik kebakaran yang ditangani meliputi kawasan Karanganyar di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan; Kumpai Batu Bawah RT 9; Jalan Holim Tambang Pasir SMJ 3 di Desa Kubu; kawasan Sungai Ayam RT 9 di Desa Kubu, Kecamatan Kumai; Amin Jaya RT 14 di Kecamatan Pangkalan Banteng yang terjadi pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB; serta satu titik lainnya yang juga berada di sekitar Sungai Ayam RT 9, Desa Kubu.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung jauh lebih lama. Petugas harus memastikan bara api di bawah permukaan benar-benar padam agar tidak kembali menyala saat tertiup angin.

"Berdasarkan pendataan BPBD Kobar, total luas lahan yang terbakar dari enam kejadian tersebut diperkirakan hampir mencapai delapan hektare. Seluruh lokasi menjadi prioritas penanganan untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman maupun lahan produktif masyarakat," kata Adnan.

Baca selengkapnya di sini.

(aik/aik)


Berita Terkait