"Tahanan lebih rentan terhadap penganiayaan saat mereka berada dalam tahanan polisi daripada di penjara," kata Nowak dalam jumpa pers di Kantor PBB, Menara Thamrin, Jakarta, Jumat (23/11/2007).
Masalah penyiksaan oleh polisi, lanjut dia, telah menyebar cukup luas, sehingga memerlukan perhatian secepatnya dari pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jenis penganiayaan yang dilaporkan kepada Nowak dan dikuatkan analisa dari ahli medis pun variatif. Antara lain pemukulan dengan tangan kosong, tongkat rotan atau tongkat kayu, kabel, batang besi dan palu.
"Pada beberapa kasus, polisi menembak tahanan di kaki mereka dalam jarak dekat, atau menyengat mereka dengan arus listrik," ujarnya.
Sejumlah tahanan, sambung dia, diduga disiksa dengan cara kaki mereka dibebani dengan benda-benda berat, seperti kursi, meja, dongkrak mobil.
"Pada banyak contoh, tujuan dari kekerasan ini adalah untuk mendapatkan pengakuan bersalah dari tersangka," kata Nowak.
Lokasi
Namun Nowak tidak menyebutkan secara rinci di mana saja kejadian tersebut. Dia hanya menyebutkan lokasi yang dikunjunginya.
Untuk Jakarta, Nowak mengunjungi Polres Jakarta Timur, Polres Jakarta Selatan, Panti Rehabilitasi Sosial Pasar Rebo, Rutan Wanita dan Anak-anak Pondok Bambu, dan LP Cipinang.
Di Papua, Nowak menyambangi Polres Wamena, Polsek Wamena, KP3 Udara Wamena, Polda Papua di Jayapura, Polsek Abepura, Polsek Kurulu, LP Abepura, LP Wamena, dan tempat penahanan militer di Abepura.
Untuk Sulawesi, tempat yang dikunjungi adalah Polda Sulawesi Selatan di Makassar, LP Makassar, dan tempat penahanan militer di Makassar. Di Bali, Nowak mengunjungi Polsek Sidemen dan Polres Gianyar.
Saat menginjakkan kaki di Jawa Tengah, Nowak menyambangi Poltabes Yogyakarta, LP Wirogunan Yogyakarta, LP Anak Kutoarjo, LP Batu Nusakambangan, dan LP Pasir Putih yang berupa penjara dengan pengamanan maksimum di Nusakambangan.
(sss/ana)










































