Safari Mega Ibarat Patung Sphinx yang Menjadi Cleopatra

Safari Mega Ibarat Patung Sphinx yang Menjadi Cleopatra

- detikNews
Jumat, 23 Nov 2007 17:59 WIB
Jakarta - Program safari politik Ketua Umum PDIP Megawati dinilai sebagai kemajuan komunikasi politik. Mega yang pendiam bak patung dinilai berubah bagai Cleopatra.

Hal itu disampaikan Direktur Indobarometer M Qodari dalam diskusi tentang 'Seberapa besar safari politik Mega' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/11/2007).

"Bu Mega sudah menunjukkan kemajuan. Lebih terbuka, lebih aktif dan dekat dengan masyarakat. Kalau dulu Mega dikenal seperti patung Sphinx yang diam. Meskipun besar, sekarang bisa dikatakan sebagai Cleopatra," kata Qodari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ke depan lanjutnya, untuk memenangkan pilpres langsung pada 2009, harus mengedepankan komunikasi yang lebih efektif dengan rakyat. Tidak cukup dengan elit-elitnya saja.

Sementara itu, menurut Ketua DPP PDIP yang mengikuti safari Megawati, Mindo Sianipar, program safari politik Mega semata-mata untuk menyapa rakyat kecil yang belum mendapat perhatian dari pemerintah, bukan mencuri start kampanye.

"Kita tidak bermaksud kampanye, apalagi tebar pesona. Karena ke mana pun Ibu pergi, selalu menarik masyarakat untuk menemuinya," kata Mindo.

Sedangkan Wakil Ketum Partai Demokrat Akhmad Mubarok menilai, yang dilakukan Mega wajar dalam rangka mendongkrak popularitas.

"Yang dilakukan Bu Mega wajar saja, karena memang politik harus begitu. Kita tidak khawatir, karena kita yakin SBY masih dipercaya oleh rakyat," kata Mubarok.

(nwk/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads