Hal tersebut diuraikan Direktur Indobarometer M Qodari usai diskusi tentang 'Seberapa Besar Safari Politik Mega' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/11/2007).
"Dari hasil obrolan saya dengan elit Golkar seperti Pak Syamsul Muarif (Ketua DPP Golkar), Rully Chairul Azwar (Wasekjen DPP Golkar), suaranya sama dengan Pak JK," kata Qodari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menunjukkan JK di Golkar sangat kuat. Buktinya isu konvensi sudah diblok dari awal, sehingga tidak mencuat keras," kata dia.
Padahal, konvensi bisa menaikkan suara Golkar pada pemilu 2004. "Konvensi itu berhasil mendongkrak citra Golkar saat itu, menjadi lebih demokratis dan menjadi pemenang pemilu legislatif," ujarnya.
Sementara itu, mantan pengurus DPD Golkar Zaidan BS menyayangkan elit Golkar yang dulu memperjuangkan konvensi, malah diam seribu bahasa.
"Kita menyayangkan kenapa elit Golkar yang dulu mengklaim sebagai penggagas konvensi seperti Surya Paloh diam. Apakah sudah ada konsesi tertentu yang ingin dicapai atau ada kepentingan lain?" tanya Zaidan.
Zaidan menambahkan, konvensi sangat diperlukan dalam Partai Golkar untuk menunjukkan Golkar berubah dari paradigma lama ke paradigma baru. Jika sistem konvensi dulu masih ada kekurangan, hendaknya diperbaiki, bukan dihilangkan.
"Kalau konvensi dulu dianggap masih kurang, wajar karena masih pertama. Bukan dihilangkan, tapi diperbaiki," kata dia. (nwk/umi)











































