Kata Prabowo soal RI Negara Pertama Pakai Biosolar B50

Kata Prabowo soal RI Negara Pertama Pakai Biosolar B50

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 10 Jul 2026 08:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan acara peluncuran biosolar B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan acara peluncuran biosolar B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/7/2026). (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah resmi meluncurkan Biosolar B50 sebagai bagian dari upaya mendiversifikasi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B50.

Peluncuran B50 dilakukan di Rest Area Km 57, Karawang, Jawa Barat (Jabar), Kamis (9/7/2026). Prabowo didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menlu Sugiono, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta jajaran Kabinet Merah Putih lainnya.

Sebelum memasuki area peresmian, Prabowo terlebih dulu melakukan gallery walk. Pada momen ini, Prabowo mendengarkan penjelasan terkait Biosolar B50, mulai komposisi, proses produksi, hingga uji coba oleh Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

RI Negara Pertama yang Terapkan B50

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan biodisel 50% ke bahan bakar solar. Kebijakan ini untuk megurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

"Dengan diluncurkan program ini Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodisel B50," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan ini bukan hanya pencapaian teknologi. Tapi juga sebagai bukti Indonesia bisa memanfaatkan kekayaan alam sendiri.

"Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi," ujarnya.

BBM B50BBM B50. (Dok. Kementerian ESDM)

Apa Itu Program B50?

Program B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50% ke dalam bahan bakar minyak jenis solar. Kebijakan ini merupakan salah satu agenda strategis pemerintah untuk menekan impor BBM, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional, serta memperkuat ketahanan energi dan ekonomi.

Pemerintah menilai implementasi B50 bukan sekadar meningkatkan porsi biodiesel dalam solar. Program ini juga menjadi langkah untuk memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional.

Pelaksanaan program tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 mengenai kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50% ke dalam minyak solar.

Dalam masa transisi, badan usaha penyedia BBM diberi waktu hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok biodiesel dengan spesifikasi B40 sebelum beralih sepenuhnya ke B50.

Sebelum diterapkan secara nasional, B50 telah melalui pengujian komprehensif di enam sektor, yakni otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, serta kereta api.


Prabowo di Antara B50 dan Piala Dunia

Kembali ke sambutan Prabowo, mantan Menhan itu mengaku resah karena Indonesia bisa menerapkan program B50 tapi tidak bisa masuk ke Piala Dunia. Prabowo meminta Menpora Erick Thohir mengejar target Piala Dunia.

Awalnya, Prabowo bicara target agar PLN membangun tenaga surya 100 gigawatt dalam dua tahun. Prabowo bertanya kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roslani soal peluang rencana itu terwujud.

"Tahun ini PLN akan mulai dengan 17 gigawatt tahun ini, 100 gigawatt dalam 2 tahun, bisa Pak Rosan?" kata Prabowo.

Prabowo lalu bertanya kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Ketiga menteri menyanggupi permintaan Prabowo tersebut.

Prabowo kemudian menyebut kemampuan Indonesia akan selalu dihujat, namun tidak mempermasalahkan hal tersebut. "Kita akan dingenye, kita akan dihujat, pakar-pakar yang pintar akan bilang mana mungkin. Ya kan?" ujarnya.

Prabowo lantas mengaitkan program B50 dengan Piala Dunia. Prabowo resah Indonesia bisa meluncurkan B50 tapi tidak bisa masuk ke Piala Dunia.

"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Jadi saya resah, terus terang saja saya resah. Kita bisa B50 tapi tidak bisa masuk Piala Dunia saya masih tidak puas," ucapnya.

Prabowo lalu meminta menterinya mengejar target agar Indonesia masuk ke Piala Dunia, sehingga mencari Menpora sekaligus Ketum PSSI Erick Thohir di lokasi. Karena Erick tidak hadir, Prabowo lantas meminta kakak Erick Thohir, Boy Thohir, yang hadir di lokasi untuk menyampaikannya.

"Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Jangan anggap enteng sepak bola itu kehormatan. Siapa bertanggung jawab? Mana Erick Thohir mana? Boy? Kasih tahu adikmu ya," ujarnya.

Tak hanya mencari Erick Thohir, Prabowo juga mencolek Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kepada Purbaya, Prabowo mempertanyakan hal yang diperlukan agar Indonesia masuk Piala Dunia.

"Mana Menkeu? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?" ucapnya.

Tonton juga video "Ada Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Masa Depan Kita Cerah"

Halaman 2 dari 2
(rfs/dek)


Berita Terkait