"KNKT ini kan timnya ada 3 orang. Ada rekan saya yang mencari dokumen. Kita akan periksa kelengkapan dokumen, ini langkah selanjutnya," kata investigator KNKT Sulaeman.
Hal ini disampaikan Sulaeman di kantor Administration Airport Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (23/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serpihan sayap pesawat yang diproduksi tahun 1996 itu kemudian menimpa rumah penduduk di RT 03 RW 05, Kampung Malang, Desa Gempol Sari, Sepatan Timur, Tangerang, Banten.
"Jadi kalau pesawat itu setiap bagian atau part yang dipasang atau diperbaiki itu ada catatannya, ada dokumennya. Jadi nanti kita periksa," lanjut dia.
Menurut dia, data dari dokumen, temuan di lapangan, dan pesawat akan disatukan. Dari situ nanti akan diambil kesimpulannya.
Temuan lainnya? "Belum. Masih disimpulkan dan akan diperiksa. Justru saat ini kronologis yang dicari," sahut Sulaeman. (aan/umi)











































