Golkar Ganti Konvensi dengan Rapimnas Khusus Usai Pemilu

Golkar Ganti Konvensi dengan Rapimnas Khusus Usai Pemilu

- detikNews
Jumat, 23 Nov 2007 15:35 WIB
Jakarta - Konvensi untuk memilih calon presiden (capres) seperti yang dilakukan 2004 lalu sepertinya tidak akan dilakukan Partai Golkar pada 2009. Golkar mengganti sistem konvensi dengan Rapimnas khusus usai Pemilu legislatif 2009.

"Capres tergantung dari Rapimnas khusus yang diadakan setelah pemilu legislatif 2009," ujar Ketua SC Rapimnas III Golkar, Syamsul Muarif saat jumpa pers di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/11/2007).

Proses penjaringan capres dari Golkar di Rapimnas khusus, menurut Syamsul, dilakukan dengan melakukan survei terlebih dahulu. Metode survei yang dilakukan yakni dengan mengajukan pertanyaan terbuka dan ada list-list pertanyaan. "Yang kita survei tidak hanya dari Golkar, tapi dari luar juga bisa," kata Syamsul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan demikian, lanjut Syamsul, proses-proses yang sangat melelahkan seperti yang terjadi dalam konvensi tahun 2004 lalu tidak akan terjadi lagi. "Para kandidat tidak perlu lagi ke daerah-daerah, itu sangat melelahkan," ujar Syamsul.

Syamsul menambahkan, nama-nama yang akan disurvei tersebut tidak datang dari DPP, melainkan dari responden. Sehingga diharapkan tidak terjadi monopoli dari pusat.

Belum Tentu JK

Dengan penjaringan capres di Rapimnas Khusus, lanjut Syamsul, belum tentu Jusuf Kalla (JK) yang akan menjadi capres. Meski sebenarnya saat ini JK menjadi tokoh paling favorit untuk dijagokan capres. "Bisa saja Golkar tidak mengusung JK. Itu tergantung dari Rapimnas khusus nanti," kata Syamsul.

Wacana penggantian konvensi dengan Rapimnas Khusus melalui survei akan dibahas secara serius di Rapimnas III Partai Golkar.
(anw/asy)


Berita Terkait