"Capres tergantung dari Rapimnas khusus yang diadakan setelah pemilu legislatif 2009," ujar Ketua SC Rapimnas III Golkar, Syamsul Muarif saat jumpa pers di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/11/2007).
Proses penjaringan capres dari Golkar di Rapimnas khusus, menurut Syamsul, dilakukan dengan melakukan survei terlebih dahulu. Metode survei yang dilakukan yakni dengan mengajukan pertanyaan terbuka dan ada list-list pertanyaan. "Yang kita survei tidak hanya dari Golkar, tapi dari luar juga bisa," kata Syamsul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syamsul menambahkan, nama-nama yang akan disurvei tersebut tidak datang dari DPP, melainkan dari responden. Sehingga diharapkan tidak terjadi monopoli dari pusat.
Belum Tentu JK
Dengan penjaringan capres di Rapimnas Khusus, lanjut Syamsul, belum tentu Jusuf Kalla (JK) yang akan menjadi capres. Meski sebenarnya saat ini JK menjadi tokoh paling favorit untuk dijagokan capres. "Bisa saja Golkar tidak mengusung JK. Itu tergantung dari Rapimnas khusus nanti," kata Syamsul.
Wacana penggantian konvensi dengan Rapimnas Khusus melalui survei akan dibahas secara serius di Rapimnas III Partai Golkar.
(anw/asy)











































