"Pak Akbar juga kita survei biar terlihat potretnya. Sehingga setelah disurvei akan kita bawa ke rapimnassus," ujar Ketua DPP Partai Golkar Syamsul Mu'arif saat jumpa pers di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/11/2007).
Menurut Syamsul, survei ini dilakukan untuk mendapatkan calon yang paling layak dari Partai Golkar sebagai capres. Survei ini pun tidak hanya sekali dilakukan, bisa sebelum dan sesudah pemilu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa saja rapimnassus itu disebut dengan konvensi juga. Yang jelas pengambilan keputusan kita nanti berdasarkan AD/ART," ujarnya.
Syamsul mengatakan, memang masih banyak salah persepsi di luar DPP Partai Golkar mengenai konvensi dan rapimnas. Padahal tidak ada perbedaan antara rapimnas dan konvensi, sama-sama untuk menjaring capres.
"Banyak kader Golkar yang masih simpang siur mengartikan konvensi itu," imbuhnya.
Sekjen DPP Partai Golkar Sumarsono mengatakan, kovensi dan rapimnas itu intinya sama. Hanya saja, rapimnas diikuti oleh DPD tingkat I dan DPP, sedangkan konvensi sampai tingkat II.
(ziz/sss)











































