Lapas Kelas IIB Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, memberdayakan narapidana (napi) atau warga binaannya untuk mengurus hewan ternak hingga bertani. Hewan ternak yang diurus ada sapi, kambing, hingga ayam.
Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (9/7/2026), tampak sejumlah warga binaan tengah mengurus hewan-hewan ternak tersebut. Ada yang memandikan sapi, mengambil telur hasil ayam petelur, hingga memberi makan kambing.
Ada juga warga yang tengah mengurus pertanian. Warga tersebut tampak tengah memanen timun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Kanwil Ditjenpas Banten, Lili, menjelaskan ada 50 napi yang menjadi warga binaan di Lapas Ciangir. Dia menjelaskan warga binaan juga mendapat upah atau premi sesuai hasil kerja mereka.
"Ini ada 50 warga binaan di sini dan sudah diasesmen ketat, nanti juga akan ditambah 20 lagi warga binaan untuk bekerja di sini. Tentunya warga binaan bekerja di sini mendapat premi. Nah ini yang menjadi semangatnya warga binaan sehingga warga binaan itu mendapat premi sesuai dengan hasil kerjanya," jelas Lili saat ditemui di lokasi.
Lili menyebut napi yang menjadi warga binaan di Lapas Ciangir merupakan warga yang sudah diasesmen. Asesmen tersebut dilakukan secara ketat.
"Pastinya kasus-kasusnya ya kriminal umum, ini sebentar lagi mau bebas, dan kita cek asesmennya itu minat bakatnya seperti apa. Jadi kalau ada asesmennya yang tinggi atau emosinya tinggi atau seperti apa, ya ini tidak masuk nominasi di sini. Jadi ini asesmennya dari Bapas begitu ketat. Sehingga ini orang-orang yang terpilih bisa bekerja di Lapas Ciangir ini," katanya.
Hasil ternak warga binaan di Lapas Ciangir, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2026). (Adhfar/detikcom) |
Kepala Lapas Ciangir, Soeistanto Poedji Djatmiko atau Tanto, menjelaskan peternakan memang menjadi usaha unggulan Lapas Ciangir. Dia juga berencana menanam jenis sayuran lain di Lapas Ciangir.
"Untuk usaha unggulan yang ada di Lapas Terbuka, tentunya bisa kita lihat bareng-bareng tadi itu adalah ayam petelur. Terus kegiatan-kegiatan yang lain itu ada budi daya ayam kampung, terus ada pembesaran sapi pedaging, terus ada budi daya domba. Untuk perkebunannya itu ada perkebunan tadi bisa kita lihat bareng-bareng itu timun, satu lagi terong, yang di sebelah belakang ini mau kita pakai pakcoy, dan yang di bawah nanti juga bayam, dan paling luasnya itu kita di persawahan," katanya.
Tanto menyebut Lapas Ciangir dapat menghasilkan 860 kg telur per hari. Bahkan, telur tersebut ada yang disuplai ke hotel di Jakarta.
"Kalau yang dalam satu bulan, kalau kita ngitungnya per panen. Kalau untuk telur bisa dihitung satu bulan. Artinya telur ini per harinya itu saat ini sudah mencapai 860 kilogram," katanya.
"Betul (disuplai ke hotel). Salah satunya itu hotel rencananya hotel yang ada di Kemayoran," imbuhnya.
Selain itu, hasil ternak Lapas Ciangir laku saat mendekati hari raya Idul Adha. Ada 25 domba dan 11 sapi yang terjual saat Idul Adha.
"Untuk domba itu sama sapi sifatnya tahunan. Domba itu kita kemarin Idul Adha itu mengeluarkan ada sekitar 25 ekor. Untuk sapinya kemarin kita mengeluarkan itu ada sekitar 11 ekor," katanya.
Simak juga Video: Cerita Peternak Ponorogo Budi Daya Ayam Persilangan di Lahan Sempit












































